Monday, April 29, 2013

0 Mengenal Takdir dan Kasb


Kitab wajib beriman kepada takdir. Dalilnya adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Iman itu engkau percaya kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir serta qadar baik dan buruk."

Beriman kepada takdir (qadar) maksudnya adalah kita harus percaya bahwa Allah SWT sejak awal telah mengetahui seluruh perbuatan hamba-Nya dan setiap apapun yang berkaitan dengan makhluk-Nya yang akan terjadi di masa mendatang dan Allah akan menciptakan semua itu dengan ukuran yang telah Dia ketahui sejak awal.

Keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Yang Maha Hebat mengharuskan keimanan bahwa Allah pasti tahu segala hal yang berkaitan dengan perbuatan seluruh hamba-Nya di masa mendatang serta apa saja yang akan terjadi di Kerajaan-Nya. Sebab jika tidak demikian, maka kehebatan Allah tidaklah dikatakan sempurna.

PERBUATAN MANUSIA DICIPTAKAN ALLAH

Berikutnya kita wajib yakin bahwa perbuatan seluruh makhluk merupakan ciptaan Allah. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

"Dan Allah telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat." (QS. Ash-Shaaffaat: 96)

Namun demikian, di antara perbuatan tersebut ada yang bisa diusahakan (kasb) dan ada pula yang tidak bisa diusahakan (jabr). Contoh yang bisa diusahakan adalah makan, minum, belajar dan lain sebagainya. Sedangkan yang tidak bisa diusahakan misalnya gerakan planet, pergantian musim, pertumbuhan tanaman dan lain sebagainya.

Dari sini, tampak bahwa keimanan terhadap takdir tidak selalu identik dengan pemahaman Jabr seperti dikira sebagian orang. Sebab tidak semua perbuatan itu berupa paksaan melainkan ada pula yang diusahakan.

Namun perbuatan yang anda usahakan tidak akan terwujud tanpa dua hal: pertama keinginan atau usaha (kasb) anda untuk melakukannya, kedua terciptanya perbuatan itu sendiri di alam nyata. Jadi, perbuatan anda itu sifatnya hanyalah sebuah usaha. Adapun yang menciptakan perbuatan itu adalah Allah.

Contoh: anda memiliki tangan normal yang bisa menulis, di hadapan anda ada sebatang pulpen dan secarik kertas. Anda tidak dapat melakukan perbuatan menulis jika tidak ada usaha anda untuk melakukannya. Ada usaha saja juga belum cukup tanpa penciptaan dari Allah SWT. Seandainya Allah berkehendak untuk tidak menciptakan perbuatan menulis, niscaya mustahil anda bisa menulis. Jadi, usaha saja tidak cukup melainkan harus ada penciptaan.

Inilah sekilas ilmu tentang takdir dan kasb. Semoga bermanfaat.

http://www.facebook.com/groups/forum.diskusi.hadits/permalink/566416043377227

0 comments:

Post a Comment

 

Forum Diskusi Hadits Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates