Sunday, May 19, 2013

0 Imam Asy-Syathibi Seorang Asy'ari?


Salah satu ulama yang menjadi rujukan Salafi dalam menetapkan definisi bid'ah adalah Imam Asy-Syathibi (w.790) dalam kitabnya, Al-I'tisham. Kitab ini dianggap sebagai kitab terpenting dalam rujukan definisi bid'ah beserta cara pencegahannya. Penulisnya dianggap sebagai pejuang paling gigih dalam pembelaannya terhadap sunnah dan manhaj salaf. Berbagai dalil, baik yang bersifat naqli maupun aqli, dikerahkan seluruhnya sebagai bentuk pembelaan terhadap sunnah dan manhaj salaf, sehingga orang-orang setelahnya dianggap berhutang budi padanya dalam masalah ini.

Tak heran, para pecinta sunnah pun berbondong-bondong mentahqiq kitab-kitab beliau. Salim Al-Hilali menulis dalam mukaddimah tahqiqnya terhadap kitab Al-I'tisham:

وهو بذلك أول من قعّد أصول علم معرفة البدع ؛ فإن كتاب الاعتصام لا ندّ له في بابه ، فهو واسطة عقده ونسيج وحده

"Ia merupakan orang pertama yang membangun kaidah-kaidah dasar ilmu tentang bid'ah. Kitab Al-I'tisham benar-benar kitab yang tiada tandingannya dalam masalah ini..."

فمن تتبع عقيدة المصنف رحمه الله من سياق كتابه وجد ما يثلج صدره 

"Siapa saja yang meneliti akidah penulis (Imam Asy-Syathibi, pen) melalui redaksi kitabnya, akan mendapatkan sesuatu yang menyejukkan dadanya."

DR. Sa'id Al-Ghamidi dalam risalah Magister beliau berjudul Hakikat dan Hukum Bid'ah berkomentar tentang kitab Al-I'tisham karangan Imam Syathibi,

فهو العمدة في هذا الباب ، والمورد لكل من تكلم في البدعة بعده . فقد نزع الشاطبي في هذا الكتاب بقوة ، فما رُؤي عبقري يفري فرية ، حتى ضرب الناس حول كتاب الاعتصام بعطن ، وعلوا منه ونهلوا وحوموا ليدركوا شأوه ، فما وصلوا ... إلخ

"Kitab itu adalah rujukan dalam masalah ini (bid'ah) dan muara bagi setiap orang setelahnya yang berbicara tentang bid'ah. Asy-Syathibi dalam kitab ini telah berjuang dengan gigih..."

ASY'ARI

Setelah membaca pengakuan di atas, ada satu fakta unik yang patut diketahui bahwa ternyata Imam Asy-Syathibi berakidah Asy'ari yang oleh kalangan Salafi dianggap sebagai akidah yang bid'ah lagi sesat.

Syaikh Nashir Al-Fahd menulis dalam kitabnya Al-I'lam bi Mukholafati Al-Muwafaqat wal I'tisham:

ولما كان للشاطبي رحمه الله تعالى جهود في حرب البدعة ، وحرب البدع مما اشتهر به السلفيون ، فقد انتشر بين الناس أنه سلفي الاعتقاد - حتى بين بعض طلبة العلم-، والحقيقة التي تظهر لكل من يقرأ كتابيه هذين أنه أشعري المعتقد في باب الصفات والقدر والإيمان وغيرها ، ومرجعه في أبواب الاعتقاد هي كتب الأشاعرة

"Imam Syathibi memiliki perjuangan dalam memerang bid'ah. Hal ini telah populer di kalangan Salafi, sehingga tersebar di kalangan umum -bahkan sampai di kalangan sebagian akademisi- bahwa beliau berakidah Salaf. Padahal sebenarnya, tampak bagi siapa saja yang membaca dua kitab ini bahwa beliau berakidah Asy'ari dalam masalah Shifat, Qadar, Iman dan lain-lain. Rujukan beliau dalam masalah-masalah akidah adalah kitab-kitab Asy'ariyah."

Saturday, May 11, 2013

0 Adzan di Telinga Bayi Menurut Syaikh Bin Baz


Syaikh Abdul Aziz bin Baz, mantan Mufti 'Am Kerajaan Arab Saudi, berkata mengenai adzan pada telinga bayi yang baru dilahirkan:

هذا مشروع عند جمع من أهل العلم، وقد ورد فيه بعض الأحاديث، وفي سندها مقال، فإذا فعله المؤمن حسن؛ لأنه من باب السنن ومن باب التطوعات، والحديث في سنده عاصم بن عبيد الله بن عاصم بن عمر بن الخطاب وفيه ضعف، وله شواهد

"Ini disyariatkan menurut sejumlah ahli ilmu. Telah diriwayatkan beberapa hadits tentang hal itu, dan di dalam sanadnya terdapat kritik. Maka, apabila seorang mukmin melakukannya, maka hal itu baik. Karena hal ini termasuk dalam bab sunnah dan tathawu'. Hadits tersebut di dalam sanadnya terdapat perawi bernama Ashim bin Ubaidillah bin Ashim bin Umar bin Al-Khatthab. Di dalam dirinya terdapat kelemahan (dha'f). Hadits ini memiliki syawahid (penguat)."

Beliau juga mengatakan:

 ولكن إذا فعل ذلك المؤمن للأحاديث التي أشرنا إليها فلا باس، لأنه يشد بعضها بعضاً، فالأمر في هذا واسع، إن فعله حسن لما جاء في الأحاديث التي يشد بعضها بعضاً، وإن تركه فلا بأس

"Akan tetapi seandainya seorang mukmin melakukan hal itu berdasarkan hadits-hadits yang telah kami singgung, maka tidak apa-apa. Karena keseluruhan hadits itu saling menguatkan satu sama lain. Permasalahan ini cukup longgar. Jika dilakukan, maka baik, berdasarkan hadits-hadits yang saling menguatkan satu sama lain. Jika ditinggalkan juga tidak apa-apa."

 

Forum Diskusi Hadits Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates