Sunday, October 5, 2014

0 Imam Syafi'i: Sosok Mengagumkan

Pepatah mengatakan, "Tak kenal maka tak cinta." Tak tahu maka ta'aruf.

Ahli hikmah mengatakan, "Ketika menyebut orang-orang shalih, rahmat Allah akan turun."

Salah satu orang shalih yang akan kita bicarakan di sini adalah Imam Syafi'i, sosok yang sebenarnya tak perlu dikenalkan lagi karena sudah sangat terkenal.

Banyak buku yang ditulis tentang biografi Imam Syafi'i. Tapi di sini saya hanya ingin menyebutkan petikan-petikan yang menurut saya menarik.

Ketika Imam Syafi'i berkunjung ke Baghdad, Imam Ahmad segera bermulazamah dengannya sampai-sampai Imam Ahmad berjalan kaki di samping keledai Imam Syafi'i sambil belajar. Imam Ahmad rela meninggalkan majelis pengajian yang biasanya dihadiri oleh para ulama seperti Yahya, Abu Khaitsamah dan lain-lain.

Suatu hari, Yahya bin Ma'in -salah seorang pakar hadits terkemuka- menegur Imam Ahmad, "Kenapa kamu memilih berjalan di samping keledai orang itu?" orang yang dimaksud adalah Imam Syafi'i.

Lalu Imam Ahmad menjawab, "Seandainya kamu berjalan di sisi yang satu lagi, pasti lebih bermanfaat buatmu."

Imam Ibnu Katsir berkomentar, "Imam Ahmad tahu kapasitas Asy-Syafi'i dalam bidang fikih, sedangkan Yahya bin Ma'in tidak setahu Imam Ahmad."

Imam Ahmad pernah ditanya oleh salah seorang rekannya, "Wahai Abu Abdillah (panggilan Imam Ahmad), kamu rela tinggalkan majelis Sufyan bin Uyainan, padahal di sana ada Az-Zuhri, Amr bin Dinar, Ziyad bin Alaqah dan para tabi'in lainnya yang kamu sendiri tahu siapa mereka?"

Imam Ahmad menjawab, "Sst, diam kamu. Kalau kamu terlewat satu hadits dengan sanad yang tinggi, kamu bisa mendapatkannya dengan sanad yang rendah. Dan hal itu tidaklah membahayakan agamamu, akalmu dan pemahamanmu. Tapi kalau kamu terlewat dari akal orang ini (maksudnya adalah Imam Syafi'i), saya khawatir kamu tidak bisa mendapatkannya lagi sampai hari kiamat. Saya belum pernah melihat orang yang lebih paham Kitab Allah daripada orang dari Quraisy ini."

Rekannya bertanya, "Siapa dia?"

Imam Ahmad menjawab, "Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i."[1]

Suatu hari, Abdullah putra Imam Ahmad bin Hambal bertanya kepada ayahnya -semoga Allah meridhoi keduanya-:

"Ayah, siapa sih sebenarnya Asy-Syafi'i itu, kok saya mendengar ayah banyak berdoa untuknya?"

Lalu Imam Ahmad menjawab:

"Wahai anakku, Asy-Syafi'i itu ibarat matahari bagi dunia dan kesehatan bagi manusia. Lihatlah, adakah yang bisa menggantikan kedua benda itu?"[2]

Abu Tsaur mengatakan, "Siapa yang mengaku-ngaku pernah melihat orang yang seperti Muhammad bin Idris (Asy-Syafi'i) dalam hal keilmuan, kefasihan, pengetahuan, keteguhan, kegigihan, maka sungguh ia telah berdusta. Muhammad bin Idrsi Asy-Syafi'i tiada tandingannya selama hidupnya."[3]

Imam Syafi’i pernah berkata kepada Imam Ahmad, “Antum lebih tahu tentang hadits dan rijal daripada saya. Maka kalau ada ada hadits shahih, beritahu saya. Bisa jadi ia dari Kufah, Basrah atau Syam, sehingga saya bisa bermadzhab dengannya kalau memang shahih.”

Imam Syafi'i hanya menyebut tiga kota tersebut, yaitu Kufah, Basrah dan Syam, serta tidak menyebut kota Hijaz karena beliau lebih paham tentang hadits dari kota Hijaz daripada Imam Ahmad.[4]

Demikian, semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment

 

Forum Diskusi Hadits Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates